Laman

Jumat, 28 Maret 2014

batasan konsep mid semester fisika kelas X

sebagai batasan konsep untuk mid semester fisika kelas X, lihat konsep Fisika kelas X anda tinggal mendonload di blogger ini, sudah dipostingkan pada note sebelumnya.

alat-alat optik
Suhu
Kalor
Perpiondahan kalor

kisi2 soal fisika kelas X

Essay
1. menentukan lensa kacamata buat penderita rbun tua
2. menentukan perbesaran dan panjang mikroskop mta berakomodasi maksimum
3. menentukan suhu benda dg termometer celcius terhadap termometer A(X), dan menentukan besar nilai skala termometer cel
cius dan termometer A pada besar skala yg sama
4. menentukan besarnya energi kalor pada prubahan wujud (lihat grafik)
5. menjelaskan tentang konduksi, konveksi dan radiasi serta contohnya

Jumat, 14 Maret 2014

Sabtu, 08 Maret 2014

Ujian Praktikum Fisika 2014

diberitahukan kepada semua siswa kelas XII IPA SMAN 1 Sukaresmi, yang ingin mengikuti Ujian Praktikum FISIKA, silahkan hubungi guru pembimbingnya pada jam-jam KBM.
ujian Praktikum Fisika dilaksanakan dari tanggal 8 Maret 2014 sampai 20 Maret 2014.
jenis ujian :
1. Ujian Kemampuan Akademik penggunaan Alat-alat LAB, dilaksanakan di Ruang Lab Fisika
2. Ujian Kemampuan Terapan Ilmu Sain berupa Karya Ilmiah, dilaksanakan secara kelompok diluar
proses KBM>

demikian pemberitahuan ini disampaikan untuk dilaksankan sepenuhnya.
hal-hal yg kurang jelas hubungi Guru Pembimbing

Minggu, 02 Maret 2014

Kamis, 30 Januari 2014

Remidial Fisika kelas X8 dan X9 tahun 2014

Bagi Siswa kelas X8 dan X9 yang nilai Mata Pelajaran FISIKA tidak memenuhi nilai KKM (dibawah KKM), untuk perbaikan atau Remidial silahkan untuk mengerjakan soa-soal berikut:

1. Ronny berlari selama 56 menit. Jika kelajuan lari Ronny adalah 18 km/jam, berapakah
jarak yang ditempuh Ronny selama berlari?

2. Sebuah mobil dijalankan dengan kelajuan 7,5 m/s selama 5 detik. Jika kelajuan akhirnya
adalah 22,5 m/s, tentukan percepatan dan jarak tempuhnya!

3. Sebuah benda dilempar tegak lurus ke atas dengan kecepatan 16 m/s. Abaikan gesekan
udara dan anggap g= 10m/s².
a. Berapakah ketinggian maksimum yang dicapai benda, dan berapa waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai ketinggian tersebut?
b. Sekarang kita melempar benda kedua 2 detik setelah benda pertama dilempar. Berapakah
ketinggian benda pertama saat benda kedua dilempar?
c. Berapa kecepatan awal benda kedua harus dilempar agar bertumbukan dengan benda
pertama pada ketinggian 9 meter diatas permukaan tanah?


Jawaban anda dikirimkan ke alamat email: johansyahfisika@gmail.com
paling lambat tanggal 5 Februari 2014

Rabu, 29 Januari 2014

efek fotolistrik

Sifat Partikel dari Cahaya: Efek Fotolistrik

Pernahkah kamu melihat pelangi? Pernahkah kamu melihat warna-warni di jalan aspal yang basah? Pelangi terjadi akibat dispersi cahaya matahari pada titik-titik air hujan. Adapun warna-warni yang terlihat di jalan beraspal terjadi akibat gejala interferensi cahaya. Gejala dispersi dan interferensi cahaya menunjukkan bahwa cahaya merupakan gejala gelombang. Gejala difraksi dan polarisasi cahaya juga menunjukkan sifat gelombang dari cahaya.


pola warna-warni di atas aspal basah yang dikenai bensin terjadi akibat interferensi cahaya

Gejala fisika yang lain seperti spektrum diskrit atomik, efek fotolistrik, dan efek Compton menunjukkan bahwa cahaya juga dapat berperilaku sebagai partikel. Sebagai partikel cahaya disebut dengan foton yang dapat mengalami tumbukan selayaknya bola.

Efek Fotolistrik




Ketika seberkas cahaya dikenakan pada logam, ada elektron yang keluar dari permukaan logam. Gejala ini disebut efek fotolistrik. Efek fotolistrik diamati melalui prosedur sebagai berikut. Dua buah pelat logam (lempengan logam tipis) yang terpisah ditempatkan di dalam tabung hampa udara. Di luar tabung kedua pelat ini dihubungkan satu sama lain dengan kawat. Mula-mula tidak ada arus yang mengalir karena kedua plat terpisah. Ketika cahaya yang sesuai dikenakan kepada salah satu pelat, arus listrik terdeteksi pada kawat. Ini terjadi akibat adanya elektron-elektron yang lepas dari satu pelat dan menuju ke pelat lain secara bersama-sama membentuk arus listrik.

Hasil pengamatan terhadap gejala efek fotolistrik memunculkan sejumlah fakta yang merupakan karakteristik dari efek fotolistrik. Karakteristik itu adalah sebagai berikut.

hanya cahaya yang sesuai (yang memiliki frekuensi yang lebih besar dari frekuensi tertentu saja) yang memungkinkan lepasnya elektron dari pelat logam atau menyebabkan terjadi efek fotolistrik (yang ditandai dengan terdeteksinya arus listrik pada kawat). Frekuensi tertentu dari cahaya dimana elektron terlepas dari permukaan logam disebut frekuensi ambang logam. Frekuensi ini berbeda-beda untuk setiap logam dan merupakan karakteristik dari logam itu.
ketika cahaya yang digunakan dapat menghasilkan efek fotolistrik, penambahan intensitas cahaya dibarengi pula dengan pertambahan jumlah elektron yang terlepas dari pelat logam (yang ditandai dengan arus listrik yang bertambah besar). Tetapi, Efek fotolistrik tidak terjadi untuk cahaya dengan frekuensi yang lebih kecil dari frekuensi ambang meskipun intensitas cahaya diperbesar.
ketika terjadi efek fotolistrik, arus listrik terdeteksi pada rangkaian kawat segera setelah cahaya yang sesuai disinari pada pelat logam. Ini berarti hampir tidak ada selang waktu elektron terbebas dari permukaan logam setelah logam disinari cahaya.
Karakteristik dari efek fotolistrik di atas tidak dapat dijelaskan menggunakan teori gelombang cahaya. Diperlukan cara pandang baru dalam mendeskripsikan cahaya dimana cahaya tidak dipandang sebagai gelombang yang dapat memiliki energi yang kontinu melainkan cahaya sebagai partikel.

Perangkat teori yang menggambarkan cahaya bukan sebagai gelombang tersedia melalui konsep energi diskrit atau terkuantisasi yang dikembangkan oleh Planck dan terbukti sesuai untuk menjelaskan spektrum radiasi kalor benda hitam. Konsep energi yang terkuantisasi ini digunakan oleh Einstein untuk menjelaskan terjadinya efek fotolistrik. Di sini, cahaya dipandang sebagai kuantum energi yang hanya memiliki energi yang diskrit bukan kontinu yang dinyatakan sebagai E = hf.

Konsep penting yang dikemukakan Einstein sebagai latar belakang terjadinya efek fotolistrik adalah bahwa satu elektron menyerap satu kuantum energi. Satu kuantum energi yang diserap elektron digunakan untuk lepas dari logam dan untuk bergerak ke pelat logam yang lain. Hal ini dapat dituliskan sebagai

Energi cahaya = Energi ambang + Energi kinetik maksimum elektron

E = W0 + Ekm

hf = hf0 + Ekm

Ekm = hf – hf0

Persamaan ini disebut persamaan efek fotolistrik Einstein. Perlu diperhatikan bahwa W0 adalah energi ambang logam atau fungsi kerja logam, f0 adalah frekuensi ambang logam, f adalah frekuensi cahaya yang digunakan, dan Ekm adalah energi kinetik maksimum elektron yang lepas dari logam dan bergerak ke pelat logam yang lain. Dalam bentuk lain persamaan efek fotolistrik dapat ditulis sebagai

Dimana m adalah massa elektron dan ve adalah dan kecepatan elektron. Satuan energi dalam SI adalah joule (J) dan frekuensi adalah hertz (Hz). Tetapi, fungsi kerja logam biasanya dinyatakan dalam satuan elektron volt (eV) sehingga perlu diingat bahwa 1 eV = 1,6 × 10−19 J (1,6 x 10 pangkat -19 J).



Potensial Penghenti

Gerakan elektron yang ditandai sebagai arus listrik pada gejala efek fotolistrik dapat dihentikan oleh suatu tegangan listrik yang dipasang pada rangkaian. Jika pada rangkaian efek fotolistrik dipasang sumber tegangan dengan polaritas terbalik (kutub positif sumber dihubungkan dengan pelat tempat keluarnya elektron dan kutub negatif sumber dihubungkan ke pelat yang lain), terdapat satu nilai tegangan yang dapat menyebabkan arus listrik pada rangkaian menjadi nol.

Arus nol atau tidak ada arus berarti tidak ada lagi elektron yang lepas dari permukaan logam akibat efek fotolistrik. Nilai tegangan yang menyebabkan elektron berhenti terlepas dari permukaan logam pada efek fotolistrik disebut tegangan atau potensial penghenti (stopping potential). Jika V0 adalah potensial penghenti, maka

Ekm = eV0

Persamaan ini pada dasarnya adalah persamaan energi. Perlu diperhatikan bahwa e adalah muatan elektron yang besarnya 1,6 × 10−19 C dan tegangan dinyatakan dalam satuan volt (V).

Aplikasi Efek fotolistrik

Efek fotolistrik merupakan prinsip dasar dari berbagai piranti fotonik (photonic device) seperti lampu LED (light emitting device) dan piranti detektor cahaya (photo detector).

TUGAS FISIKA XII-IPA

OLEH: H. Johansyah, S.Pd

Rabu, 29 Januari 2014
Jam ke 1-2, kelas XIIA3
Jam ke 3-4, kelas XIIA1
Jam ke 7-8, kelas XIIA5


Kerjakan soal berikut di buku Latihan atau kertas lembaran dan kumpulkan!
1.Sebuah benda berbentuk bola dengan diameter 10 cm bersuhu tetap 5270C, jika benda dapat dianggap sebagai benda hitam berapakah laju energi yang dipancarkan oleh benda (dalam watt)?

2.Suatu sumber cahaya tertentu meradiasikan kalor dengan puncaknya memiliki frekuensi 1,5x 1015Hz (1,5 x 10 pangkat 15 Hz). Tentukan suhu sumber cahaya?

3.Sebuah radio mengirim beroperasi pada frekuensi 880 kHz dan daya 10 kW. Berapa banyak foton persekon yang dipancarkan oleh radio tersebut?

4.Radiasi yang dipancarkan oleh matahari memiliki puncak pada panjang gelombang 503 nm.
a.Berapakah suhu permukaan matahari
b.Seandainya matahari merupakan benda hitam sempurna, berapakah daya yang dipancarkan persatuan luas

5.Panjang gelombang ambang fotolistrik untuk perak adalah 325 nm. Tentukan Energi dari elektron-elektron yang keluar dari sebuah permukaan perak karena disinari oleh cahaya ultraviolet dengan panjang gelombang 253,7 nm?



kepada seluruh anak kelas XII IPA, bapak mohon maaf apabila bapak dalam minggu ini tidak bisa masuk / tatap muka, karena bapak masih dalam kondisi pemulihan (sakit pinggang sulit untuk gerak), olehnya bapak berharap anda semua bisa memakluminya. dan bapak juga berharap semoga anda lebih dewasa dalam artian tugas yg bapak berikan anda lakukan dg semangat dan sungguh-sungguh.